Peningkatan Kesehatan Masyarakat dengan Pembiasaan Mencuci Tangan Pakai Sabun




Peningkatan kesehatan dalam masyarakat sangat penting, karena peningkatan kesehatan akan dibarengi dengan peningkatan sumber daya manusia pula. Peningkatan kesehatan dapat dilakukan dalam berbagai cara, seperti cara preventif yakni mencegah sebelum terjadi dengan perilaku hidup bersih. Indikator dari perlaku hidup bersih salah satunya adalah cuci tangan pakai sabun (CTPS). Budaya mencuci tangan ini sekiranya masih kurang diterapkan dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia dan masih dianggap remeh. Hal ini dapat kita lihat pada anak-anak SD saat istirahat jam pelajaran dimana mereka membeli jajanan di sekolah dan langsung memakannya tanpa mencuci tangan terlebih dahulu. Padahal, mencuci tangan memiliki manfaat bagi tubuh dan kesehatan. Beberapa masalah yang dapat ditimbulkan, antara lain diare dan cacingan
Diare merupakan penyakit yang diakibatkan infeksi bakteri dengan gejala mengalami buang air besar dengan frekuensi sering dalam satu hari dapat mencapai 5-10 kali. Bakteri penyebab diare seringkali ditemukan pada tangan yang digunakan untuk makan namun,tidak mencuci tangan tersebut sebelumnya. Diare apabila tidak ditangani dengan benar dapat menimbulkan kematian pada penderita akibat mengalami kekurangan cairan atau dehidrasi.Diare mendapat peringkat ke-13 sebagai penyakit yang menimbulkan kematian pada semua kelompok usia di Indonesia dengan presentase. 3,5% menurut rikesdas 2007(Depkes RI, 2007). Menurut studi WHO tahun 2007, hasil pelaksanaan program PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat) tentang mencuci tangan menyatakan, kejadian diare menurun 45% dengan perilaku mencuci tangan memakai sabun (Depkes RI, 2007). Maka dari ini, dapat diketahui bahwa dengan mencuci tangan dapat mengurangi kemungkinan seseorang mendapat diare.
Tak hanya bakteri penyebab diare, pada tangan terutama pada kuku tangan juga dapat ditemukan telur cacing yang dapat menimbulkan cacingan pada semua kalangan terutama anak-anak sekolah dasar karena masih sering melakukan kontak dengan tanah dan tidak mencuci tangan mereka setelah bermain. Cacingan mempengaruhi pemasukan  (intake), pencernaan (digestif), penyerapan (absorpsi), dan metabolism makanan. Secara kumulatif infeksi cacingan dapat menimbulkan kurangan gizi berupa kalori dan protein, serta kehilangan darah yang berakibat menurunnya daya tahan tubuh dan menimbulkan gangguan tumbuh kembang anak. Khusus untuk anak-anak sekolah, keadaan ini akan berakibat buruk pada kemampuannya dalam mengikuti pelajaran di sekolah (Manalu,2006). 

Diare dan cacingan hanya beberapa dari puluhan masalah kesehatan yang ditimbulkan karena tidak mencuci tangan. Maka diperlukan upaya penanggulangan dengan menggalakkan gerakan CTPS pada sekolah-sekolah. Memang gerakan ini sudah dilakukan, namun diperlukan metode yang lebih efektif agar gerakan CTPS tidak hanya dilakukan sementara saja setelah itu dilupakan. Sehigga peningkatan kesehatan dalam masyarakat dapat terwujud  demi peningkatan kualitas SDM di Indonesia.


penulis : theaustron_
Tulisan ini ditulis berdasar Buletin 'Jendela' data dan informasi kesehatan (Kementrian kesehatan RI tahun 2011), jurnal mengenai diare pada usia anak, jurnal tentang cacingan pada anak, dan infodatin kementrian kesehatan tahun 2014.  

0 Comments